Desember 2025 — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan besar selalu menghantui para kontraktor, pemilik toko bangunan, hingga pengembang properti: “Apakah harga besi akan naik gila-gilaan di awal tahun?”
Kesalahan memprediksi harga material, khususnya baja (yang sering memakan porsi 15-20% dari RAB), bisa berakibat fatal pada margin keuntungan proyek Anda. Di sisi lain, menahan pembelian terlalu lama berisiko menghambat timeline konstruksi.
Artikel ini akan membedah proyeksi harga baja untuk tahun 2026 berdasarkan data pasar global dan domestik, serta memberikan rekomendasi strategis kapan Anda harus melakukan stockpiling (penyetokan).
(Baca juga: Panduan Lengkap Membaca Kode Besi Beton SNI (Contoh: BjTS 420B))
Kilas Balik 2025 & Faktor Penentu Harga Global
Sebelum melihat ke depan, kita harus memahami pemicu volatilitas di akhir 2025 ini. Pasar baja global saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang diprediksi akan terbawa hingga Kuartal 1 (Q1) 2026:
- Harga Bijih Besi & Coking Coal: Fluktuasi harga bahan baku mentah di Australia dan Brazil masih menjadi penentu utama. Jika biaya ekstraksi naik, harga Billet (bahan setengah jadi) otomatis terkerek.
- Kebijakan Produksi China: Sebagai produsen baja terbesar, kebijakan pembatasan produksi di China (demi target emisi karbon) seringkali memangkas suplai global, menyebabkan harga melambung karena kelangkaan (supply shock).
- Biaya Energi & Logistik: Kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada biaya pengapalan (freight cost) baja impor maupun distribusi lokal antar-pulau di Indonesia.
Prediksi Tren Harga Baja di Indonesia: Q1 – Q2 2026
Berdasarkan analisa historis dan kondisi ekonomi makro saat ini, berikut adalah skenario yang paling mungkin terjadi di pasar domestik:
1. Efek “Awal Tahun” (Januari – Februari 2026)
Secara tradisional, harga baja cenderung naik di awal tahun.
- Penyebab: Banyak pabrik melakukan maintenance atau libur panjang menjelang Imlek (Tahun Baru Imlek jatuh pada pertengahan Februari 2026).
- Dampak: Suplai menipis sementara permintaan mulai naik karena proyek-proyek pemerintah (APBN baru) mulai dilelang.
- Prediksi: Kenaikan moderat sekitar 3% – 7%.
2. Pasca Lebaran & Pertengahan Tahun (April – Juni 2026)
Setelah kuartal pertama, harga biasanya mengalami koreksi atau stabilisasi. Namun, perlu diwaspadai jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah. Mengingat sebagian bahan baku baja masih impor, pelemahan Rupiah akan memaksa pabrikan lokal menaikkan harga jual rebar (besi beton) dan profil baja (WF/H-Beam).
Strategi Pengadaan: Stok Sekarang atau Nanti?
Sebagai kontraktor atau procurement manager, Anda tidak bisa hanya menebak. Berikut adalah matriks keputusan strategis untuk Anda:
Kapan Harus “Panic Buying” (Stok Gudang Sekarang)?
Lakukan pembelian besar (volume tinggi) pada Desember 2025 ini jika:
- Anda memiliki proyek multi-years yang berjalan terus tanpa henti di Q1 2026.
- Gudang penyimpanan Anda memadai dan aman dari risiko korosi (karat).
- Anda mendapat penawaran harga akhir tahun (year-end clearance) dari distributor yang ingin menghabiskan stok buku 2025.
Kapan Harus “Wait and See” (Tahan Pembelian)?
Tunda pembelian volume besar jika:
- Proyek Anda baru akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.
- Cash flow perusahaan sedang ketat (hindari dana mati tertimbun di gudang).
- Anda melihat tren Dolar AS sedang turun drastis (yang jarang terjadi, namun mungkin).
(Baca juga: Panduan Memilih Besi Ulir Beton yang Tepat)
Kesimpulan
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun pemulihan konstruksi yang lebih agresif. Harga baja cenderung naik di paruh pertama tahun.
Rekomendasi Ahli: Jangan ambil risiko spekulasi berlebihan. Jika Anda sudah memegang SPK (Surat Perintah Kerja) untuk proyek Januari-Maret, kunci harga sekarang. Negosiasikan kontrak harga mengikat (lock price) dengan suplier besi baja terpercaya Anda untuk mengamankan margin.
Kenalan dengan Utama Sukses Lestari
PT. Utama Sukses Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi besi dan baja yang berlokasi di Banten, Jawa Barat. Perusahaan ini bermula dari Toko Besi Kragilan Utama dan kini telah berkembang sebagai spesialis bahan bangunan, khususnya besi dan baja. Menyediakan berbagai produk besi, termasuk besi beton, kawat bendrat, dan material konstruksi lainnya, seperti WF dan CNP, yang mendukung proyek pembangunan di berbagai sektor.
Referensi
- World Steel Association. (2025). Short Range Outlook October 2025: Global Steel Demand Forecast 2026.
- Fitch Solutions. (2025). Metals & Mining Price Assumptions: Iron Ore Forecast.
- IISIA (The Indonesian Iron & Steel Industry Association). Market Update Q4 2025.


