Jangan Biarkan Berkarat! 5 Tips Vital Penyimpanan Kawat Bendrat di Lokasi Proyek

Di tengah hiruk-pikuk lokasi proyek konstruksi, manajemen material seringkali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu material yang paling sering terabaikan penyimpanannya adalah kawat bendrat (binding wire). Karena bentuknya yang tampak sederhana dan harganya yang relatif lebih murah dibanding besi beton, gulungan kawat ini sering diletakkan sembarangan di area terbuka.

Padahal, kawat bendrat adalah material berbahan dasar baja lunak yang sangat rentan terhadap korosi atau karat. Membiarkan kawat bendrat berkarat parah sebelum digunakan bukan hanya masalah estetika, tetapi juga masalah efisiensi dan biaya.

Sebagai Senior SEO Specialist yang mengamati tren manajemen konstruksi, artikel ini akan memberikan panduan strategis bagi para mandor, pelaksana, dan petugas gudang tentang cara menyimpan kawat bendrat agar tetap awet dan siap pakai.

(Baca juga: Panduan Lengkap Membaca Kode Besi Beton SNI (Contoh: BjTS 420B))

Mengapa Kawat Bendrat Mudah Berkarat di Proyek?

Lokasi proyek adalah lingkungan yang sangat agresif bagi material logam. Tiga musuh utama kawat bendrat di lapangan adalah:

  1. Kelembapan Tinggi: Udara pagi yang basah atau uap air dari tanah mempercepat proses oksidasi.
  2. Air Hujan: Paparan langsung air hujan yang bersifat sedikit asam akan memicu karat dalam hitungan hari.
  3. Kontak Tanah Langsung: Tanah mengandung mineral dan kelembapan yang akan “memakan” permukaan kawat dengan cepat jika diletakkan tanpa alas.

Risiko Menggunakan Kawat Bendrat yang Berkarat

Mengapa Anda harus peduli jika kawat bendrat berkarat?

  • Mudah Putus Saat Dipuntir: Ini adalah masalah terbesar di lapangan. Karat menggerogoti diameter efektif kawat dan membuatnya getas. Akibatnya, kawat sering putus saat dikencangkan dengan gegep, memaksa pekerja memotong kawat baru. Ini adalah pemborosan waktu dan material.
  • Noda pada Beton: Meskipun karat ringan pada kawat ikat mungkin tidak secara signifikan mempengaruhi kekuatan struktur utama (karena tertutup beton), karat yang parah dapat menimbulkan noda kecoklatan pada permukaan beton ekspos (exposed concrete) yang merusak estetika.

5 Panduan Praktis Penyimpanan Kawat Bendrat

Berikut adalah langkah-langkah preventif yang wajib diterapkan di gudang proyek Anda:

1. Elevasi Adalah Kunci: Jangan Letakkan Langsung di Tanah

Aturan emas penyimpanan logam di proyek: hindari kontak langsung dengan tanah. Tanah adalah sumber kelembapan konstan.

  • Solusi: Gunakan palet kayu, balok kaso bekas, atau dunnage sebagai alas. Pastikan ada jarak minimal 10-15 cm antara gulungan kawat terbawah dengan permukaan tanah untuk sirkulasi udara.

2. Sediakan Naungan (Shelter) yang Layak

Jangan biarkan kawat bendrat kehujanan dan kepanasan secara langsung.

  • Ideal: Simpan di dalam gudang tertutup (direksi keet) atau kontainer penyimpanan material.
  • Alternatif Lapangan: Jika harus disimpan di luar, wajib ditutup dengan terpal tebal yang kedap air. Pastikan terpal diikat kencang agar tidak terbang tertiup angin, namun tetap berikan sedikit celah di bagian bawah untuk ventilasi agar tidak terjadi kondensasi (efek keringat) di dalam terpal.

3. Terapkan Sistem FIFO (First-In, First-Out)

Material yang datang lebih awal harus digunakan lebih dulu. Seringkali, stok kawat baru ditumpuk di atas stok lama, menyebabkan stok lama di bagian bawah terlupakan dan berakhir menjadi besi tua karena berkarat parah.

  • Solusi: Atur tata letak gudang agar material lama mudah diakses. Beri label tanggal kedatangan jika perlu pada tumpukan palet.

4. Jauhkan dari Bahan Kimia Korosif

Di gudang proyek, seringkali berbagai material disimpan berdekatan. Hindari menyimpan kawat bendrat berdekatan dengan:

  • Semen atau kapur yang terbuka (debu semen bersifat higroskopis/menyerap air).
  • Cairan kimia pembersih beton, curing compound, atau bahan bakar yang jika tumpah dapat mempercepat korosi.

5. Penanganan yang Hati-hati Saat Bongkar Muat

Kerusakan pada lapisan permukaan kawat (meskipun kawat hitam tidak memiliki lapisan pelindung khusus seperti galvanis) dapat menjadi titik awal munculnya karat.

  • Tips: Jangan melempar gulungan kawat bendrat dari atas truk ke tanah yang keras atau berbatu. Benturan keras dapat merusak bentuk gulungan dan memicu goresan dalam yang mempercepat karat.

(Baca juga: Panduan Memilih Besi Ulir Beton yang Tepat)

Kesimpulan

Menjaga kawat bendrat agar tidak berkarat adalah bentuk disiplin manajemen material yang berdampak langsung pada efisiensi biaya proyek. Dengan modal palet kayu bekas dan terpal, Anda bisa mencegah pemborosan material akibat kawat yang putus dan terbuang percuma karena korosi.

Kenalan dengan Utama Sukses Lestari

PT. Utama Sukses Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi besi dan baja yang berlokasi di Banten, Jawa Barat. Perusahaan ini bermula dari Toko Besi Kragilan Utama dan kini telah berkembang sebagai spesialis bahan bangunan, khususnya besi dan baja. Menyediakan berbagai produk besi, termasuk besi beton, kawat bendrat, dan material konstruksi lainnya, seperti WF dan CNP, yang mendukung proyek pembangunan di berbagai sektor.

Referensi

  • ACI 318 (American Concrete Institute) – Building Code Requirements for Structural Concrete. (Untuk prinsip dasar penempatan tulangan).
  • Pedoman Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Beton di Lapangan, Kementerian PUPR.
  • Studi Lapangan: Analisis Waste Material pada Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat.

Anda juga mungkin menyukainya :

Scroll to Top