Pipa besi baja galvanis adalah primadona dalam proyek konstruksi yang membutuhkan ketahanan terhadap korosi. Namun, tantangan terbesar muncul saat pipa ini harus disambung menggunakan teknik las. Lapisan seng (zinc) yang memberikan perlindungan anti-karat justru menjadi musuh utama jika tidak ditangani dengan benar saat proses pengelasan.
Bagi para teknisi dan pemilik proyek, memahami kesalahan dalam pengelasan bukan hanya soal estetika, tapi soal menjaga integritas struktural dan umur pakai pipa itu sendiri. Berikut adalah 5 kesalahan umum yang sering terjadi dan cara menghindarinya.
(Baca juga: Panduan Lengkap Membaca Kode Besi Beton SNI (Contoh: BjTS 420B))
1. Tidak Mengupas Lapisan Seng Sebelum Mengelas
Kesalahan paling mendasar adalah mencoba mengelas langsung di atas lapisan galvanis. Seng memiliki titik lebur yang jauh lebih rendah daripada baja. Jika tidak dikupas, seng akan mencair dan masuk ke dalam kawah las (weld pool), menyebabkan porositas (lubang-lubang kecil) dan retak pada hasil las.
- Solusinya: Selalu gerinda atau amplas lapisan seng di area yang akan dilas (sekitar 1-2 inci dari titik sambungan) hingga baja murni terlihat.
2. Mengabaikan Bahaya Asap Beracun (Zinc Fumes)
Saat seng terbakar oleh api las, ia melepaskan asap berwarna putih kebiruan yang sangat beracun. Menghirup asap ini secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai “Metal Fume Fever” atau demam asap logam.
- Solusinya: Pastikan ventilasi di area kerja sangat baik. Gunakan respirator khusus (N95 atau lebih tinggi) dan jangan pernah mengelas pipa galvanis di ruang tertutup tanpa ekstraktor asap.
3. Input Panas yang Berlebihan (Overheating)
Pipa galvanis, terutama yang memiliki dinding tipis, sangat sensitif terhadap panas berlebih. Panas yang terlalu tinggi tidak hanya merusak struktur baja di bawahnya, tetapi juga membakar lapisan seng di area yang jauh dari titik las, sehingga meninggalkan area luas yang rentan terhadap karat.
- Solusinya: Gunakan pengaturan arus (amperage) yang tepat dan teknik tack weld atau las titik untuk meminimalkan persebaran panas (heat-affected zone).
4. Gagal Melakukan Pelapisan Ulang (Cold Galvanizing) Setelah Las
Banyak teknisi menganggap pekerjaan selesai setelah sambungan las terbentuk. Padahal, area di sekitar las kini menjadi bagian yang paling rentan karena lapisan pelindungnya sudah hilang terbakar. Jika dibiarkan, karat akan muncul hanya dalam hitungan hari.
- Solusinya: Segera bersihkan sisa terak (slag) dan aplikasikan cat kaya seng atau Cold Galvanizing Spray pada area bekas las untuk mengembalikan perlindungan anti-karatnya.
5. Pembersihan Pasca-Las yang Kurang Maksimal
Sisa-sisa percikan las (spatter) yang menempel pada pipa seringkali diabaikan. Spatter ini biasanya tidak memiliki lapisan pelindung dan akan menjadi titik awal munculnya korosi yang bisa merembet ke bagian pipa lainnya.
- Solusinya: Gunakan sikat kawat baja tahan karat atau cairan anti-spatter sebelum mengelas, dan pastikan permukaan pipa benar-benar bersih dan halus sebelum tahap finishing.
(Baca juga: Panduan Memilih Besi Ulir Beton yang Tepat)
Kesimpulan
Mengelas pipa galvanis membutuhkan ketelitian ekstra dibandingkan baja hitam biasa. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, Anda tidak hanya menjamin kekuatan sambungan, tetapi juga memastikan bahwa investasi Anda pada material galvanis tidak sia-sia akibat korosi dini di area sambungan.
Kenalan dengan Utama Sukses Lestari
PT. Utama Sukses Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi besi dan baja yang berlokasi di Banten, Jawa Barat. Perusahaan ini bermula dari Toko Besi Kragilan Utama dan kini telah berkembang sebagai spesialis bahan bangunan, khususnya besi dan baja. Menyediakan berbagai produk besi, termasuk besi beton, kawat bendrat, dan material konstruksi lainnya, seperti WF dan CNP, yang mendukung proyek pembangunan di berbagai sektor.
Referensi
- American Welding Society (AWS): “Safety and Health Fact Sheet No. 25 – Welding Galvanized Steel.”
- American Galvanizers Association (AGA): “Welding and Quenching Galvanized Steel.”
- Jurnal Teknik Mesin Indonesia: “Analisis Metalurgi Hasil Pengelasan SMAW pada Baja Karbon Tergalvanis.”


